Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.





Keberadaan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali menjadikan industri keramahtamahan (hospitality) mempunyai peran yang sangat strategis. Namun semua pihak harus memiliki pemahaman komprehensif tentang kepariwisataan, sehingga bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahtaraan bangsa secara merata dan tetap menjaga kelangsungan sumber daya yang ada agar bermanfaat bagi generasi mendatang. Demikian latar belakang digelarnya 1st Annual Hottelier Summit Indonesia 2019 yang digelar Global Hospitality Expert (GHE)
Menurut Agus Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA selaku President Director GHE, kegiatan ini merupakan sebuah media untuk mengedukasi para praktisi, investor serta seluruh insan pariwisata akan pentingnya mengetahui tren terkini di industri pariwisata. Sesuai tema yang diambil yakni “Leveraging Local Talent for World Class Hotelier” diharapkan sumber daya manusia lokal di Bali dan Indonesia benar-benar mampu untuk menjadi salah satu barometer insan pariwisata yang ahli berkelas internasional dan menjadi tuan di negerinya sendiri.
Ia menjelaskan dewasa ini perkembangan pariwisata dunia diliputi fenomena yang dramatis dari sisi internal dan eksternal. “Kita melihat bagaimana alam-budaya-seni sebagai keunggulan destinasi saat ini dihadapkan pada ancaman degradasi dalam berbagai hal seperti kualitas sumber daya alam, perubahan gaya hidup masyarakat serta pengaruh digitalisasi di bidang informasi dan teknologi. Ini perlu disikapi dengan cara pandang yang holistik dan visioner bahwa industri ini perlu penyelamatan yang nyata dan konsisten,” ungkapnya.
Dalam kegiatan 2 hari itu, dilaksanakan sejumlah seminar dengan topik yang strategis untuk berbagai divisi pada industri pariwisata dan perhotelan. Yoga Iswara menambahkan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya terkenal sebagai destinasi wisata namun juga dikenal sebagai pencetak dan penyedia sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang handal dan berstandar global.
Menurut ketua penyelenggara kegiatan, I Made Ramia Adnyana, SE,.MM.,CHA, di 2019 ini Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 dilaksanakan di Bali sebagai embrio agenda tahunan. Ke depannya akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai kota besar di Indonesia untuk pemerataan dan menjadi gerakan nasional akan pentingnya pemahaman industri pariwisata sebagai bentuk perekonomian yang berbasis kerakyatan. “Kami sajikan 9 seminar dalam 2 hari ini dengan menghadirkan 18 narasumber yang ahli di bidangnya. Peserta sudah mencapai 618 orang dalam keseluruhan acara tersebut, dan kami optimis event ini akan bisa berlanjut terus kedepannya karena manfaat bagi industri dan insan pariwisata sangat besar,” sebutnya.
Ini, lanjutnya, merupakan event pertama di Indonesia yang melibatkan bukan hanya 1 profesi bidang keahlian namun berbagai bidang. Termasuk di bagian hulu dari pembangunan SDM kita yaitu bidang pendidikan dan pelatihan vokasi kepariwisataan.
Pada akhir acara, Sabtu (13/7) akan dilaksanakan pula kegiatan perayaan ulang tahun ke-2 Global Hospitality Expert (GHE). Puncak acara akan diisi dengan penganugerahan apresiasi kepada para insan pariwisata yang terpilih berdasarkan kontribusi dan pemikiran cerdasnya dalam memajukan pariwisata di Bali dan Indonesia.
Di samping itu diserahkan juga penghargaan sepanjang masa (Lifetime Achievement) kepada tokoh budaya Bali yang telah menciptakan pondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya dan menjadi taksu pariwisata Bali. Jumlah penerima “Global Hospitality Award 2019” mencapai 13 orang.
Global Hospitality Expert juga akan memberikan penghargaan (Appeciation Certificate) kepada para ketua asosiasi kepariwisataan di Bali yang telah berjasa dan berkontribusi dalam memimpin asosiasinya serta berperan aktif dalam pembangunan kepariwisataan. Penghargaan akan diserahkan kepada 24 ketua asosiasi baik usaha, pemilik, profesi, pendidikan, pelatihan serta lembaga pariwisata dan perhotelan di Bali.





Jaman now, kita berada dalam dunia yang serba sibuk dan cepat dalam segala hal kehidupan sehari-hari, maka tidak ada kemungkinan lagi untuk berbuat segala sesuatu atas usaha dan kerja seseorang tanpa dihubungankan dengan usaha dan kerja orang lain. Dan agen travel salah satunya.
Demikian juga dengan traveling, lebih-lebih bila akan ke luar negeri. Mempersiapkan keberangkatan ke luar negeri akan banyak menyita waktu. Kita harus memperoleh informasi tentang peraturan dan ketentuan dari berbagai negara dalam soal formalitas yang dibutuhkan, mengenai daftar keberangkatan/tibanya suatu pesawat dari satu airport ke airport lainnya.
Demikian juga tentang tarif angkutan lokal, hotel, dokumen perjalanan yang dibutuhkan seperti passport dan visa.
Walaupun berbagai informasi dan kemudahan sudah banyak tersadia di internet, keberadaan sebuah travel agent masih dibutuhkan.
Agen travel (travel agent) atau biro perjalanan yang menjual jasa pengurusan segala dokumen dan paket perjalanan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Agen travel inilah yang menghubungi, mengadakan kontak dengan segala instansi yang berwenamg sehingga konsumen merasa senang dan puas dalam perjalanan, tak ada halangan dan rintangan.
Dari manakah muncul ide bisnis travel agent ini?
Sesungguhnya yang menjadi pelopor dalam dunia agen travel
adalah seorang berkebangsaan Inggris yang bernama Thomas Cook. Ia
memulai bisnisnya pada tanggal 5 Juli 1941 dengan jalan menyewa kereta api
dengan biaya murah untuk penumpang sebanyak 750 orang dari Leicester ke
Loughborough pulang pergi.
Hasilnya menunjukkan keuntungan yang cukup baik. Inilah cikal bakal bidang agen perjalanan yang dipelopori oleh Thomas Cook yang tidak asing lagi bagi bidang pariwisata dewasa ini.
Agen travel atau biro perjalanan ini jasa yang diberikan adalah menjual informasi yang meliputi segala macam dan bentuk perjalanan bagi umum. Jasa yang ditawarkan oleh travel agent antara lain:
Adapun infotmasi yang dijual meliputi bidang-bidang sebagai berikut:
Informasi ini haruslah informasi yang up to date, karena akan memudahkan seseorang menyambung perjalanan dari saranan transportasi yang satu ke alat transportasi lain, atau dari satu kota ke kota lainnya.
Travel Pengertian strategi dibedakan dengan pengertian taktik. Dalam militer mengenal strategi yang digunakan di lapangan untuk mencapai tujuan menghadapi musuh agar dapat memenangkan peperangan secara keseluruhan. Sedangkan taktik adalah suatu cara yang digunakan di lapangan agar dapat memenangkan pertempuran.
Oleh karena itu dalam bidang travel agent perlu pula dipikirkan strategi apa dan taktik yang bagaimana yang digunakan untuk menggalakkan pemasaran travel agent.
#1. Tentukan segmen pasar di mana strategi pemasaran akan diarahkan, yaitu:
#2. Harus diketahui apa yang menjadi perhatian, atau selera dari masyarakat calon konsumen.
#3. Perhatikan faktor-faktor yang dapat mendorong permintaan calon pelanggan, seperti fasilitas yang ditawarkan, kemudahan, harga, dan pelayanan.
Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini akan membawa banyak perubahan terhadap kinerja manusia dimana tenaga kerja manusia digantikan oleh mesin akibat dari berkembangnya teknologi digital dan internet. Menurut Prof. Klaus Martin Schwab menyebutkan bahwa saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Saat ini Kementrian Perindustrian (kemenperin) telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan strategi dalam menghadapi era revolusi industri keempat.
Budaya kerja merupakan suatu organisasi komitmen yang luas dalam upaya untuk membangun sumber daya manusia, proses kerja, dan hasil kerja yang lebih baik. Budaya kerja di era revolusi industri 4.0 mampu mengubah kinerja suatu karyawan akibat adanya perkembangan teknologi. Pada era revolusi industry 4.0 telah mengubah budaya karyawan yang awalnya menggunakan paper based dalam bekerja, beralih menjadi digital based. Revolusi industri 4.0 akan banyak dirasakan oleh generasi millenial dimana generasi ini banyak menjadi pekerja. Dengan adanya teknologi digital dan internet yang semakin maju akan mengubah kebiasaan-kebiasaan pekerja di era revolusi industri sebelumnya.
Sebagai contoh dengan kemajuan teknologi saat ini karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan fleksibilitas jam kerja dan tempat kerja, artinya karyawan dapat bekerja dimana saja tanpa adanya keterbatasan tempat dan waktu, karena teknologi dan internet dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Perubahan industri juga dapat mengubah peraturan-peraturan dalam bekerja. Peraturan merupakan bentuk ketegasan yang diberikan untuk memberikan ketertiban dan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaan.
Sebagai contoh jam kerja suatu pekerja diatur dalam Undang-Undang yaitu selama delapan jam dalam satu hari, namun pada perusahaan industri (e- commerce) yang banyak memanfaatkan teknologi seperti Bukalapak, Go-Jek dan sebagainya tidak mengatur jam kerja resmi karyawannya. Tantangan yang harus dihadapi karyawan, mampu berfikir inovatif, kreatif dan mampu mengembangkan softskill.










Revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini akan membawa banyak perubahan terhadap kinerja manusia dimana tenaga kerja manusia digantikan oleh mesin akibat dari berkembangnya teknologi digital dan internet. Menurut Prof. Klaus Martin Schwab menyebutkan bahwa saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Saat ini Kementrian Perindustrian (kemenperin) telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan strategi dalam menghadapi era revolusi industri keempat kinerja kerja merupakan suatu organisasi komitmen yang luas dalam upaya untuk membangun sumber daya manusia, proses kerja, dan hasil kerja yang lebih baik. Budaya kerja di era revolusi industri 4.0 mampu mengubah kinerja suatu karyawan akibat adanya perkembangan teknologi. Pada era revolusi industry 4.0 telah mengubah budaya karyawan yang awalnya menggunakan paper based dalam bekerja, beralih menjadi digital based. Revolusi industri 4.0 akan banyak dirasakan oleh generasi millenial dimana generasi ini banyak menjadi pekerja. Dengan adanya teknologi digital dan internet yang semakin maju akan mengubah kebiasaan-kebiasaan pekerja di era revolusi industri sebelumnya.
Sebagai contoh dengan kemajuan teknologi saat ini karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan fleksibilitas jam kerja dan tempat kerja, artinya karyawan dapat bekerja dimana saja tanpa adanya keterbatasan tempat dan waktu, karena teknologi dan internet dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Perubahan industri juga dapat mengubah peraturan-peraturan dalam bekerja. Peraturan merupakan bentuk ketegasan yang diberikan untuk memberikan ketertiban dan kenyamanan dalam melaksanakan pekerjaan.
Sebagai contoh jam kerja suatu pekerja diatur dalam Undang-Undang yaitu selama delapan jam dalam satu hari, namun pada perusahaan industri (e- commerce) yang banyak memanfaatkan teknologi seperti Bukalapak, Go-Jek dan sebagainya tidak mengatur jam kerja resmi karyawannya. Tantangan yang harus dihadapi karyawan, mampu berfikir inovatif, kreatif dan mampu mengembangkan softskill. r
Generasi Milenial atau yang biasa disebut dengan Milenials adalah istilah yang populer untuk orang orang yang lahir diantara tahun 1980 sampai 2000 an. Dengan kata lain, generasi milenial ini adalah anak – anak muda yang saat ini berusia sekitar 15 sampai 35 tahun. Akhir — akhir ini milenials ramai diperbincangkan, dari segi pendidikan, moral & budaya, dan penggunaan teknolgi.
Dengan adanya perkembangan teknologi ini yang membuat adanya perbedaan antara generasi milenial dengan generasi sebelumnya. Jika pada era sebelumnya koran dan majalah kertas masih sangat ramai penggemar, akhir akhir ini peminat dari kedua media tersebut sudah tidak sebanyak sekarang. Salah satu alasan utamanya adalah karena generasi milenial yang lebih memilih menggunakan teknologinya untuk membaca koran dan majalah melalui smarthphonenya. Banyak masyarakat saat ini yang lebih banyak membaca berita melalui platform berita online yang tersedia seperti, kompsiana, detik.com, line today.
Dalam kemajuan teknologi dan media sosial, kita harus bijak dalam menggunakan keduanya pada masa sekarang. Banyak orang yang tidak bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyebar hoax tanpa mengetahui kebenaran dari berita yang akan di teruskan ke teman lainnya. Adapun juga perilaku tidak bijak dalam menggunakan teknologi yaitu seperti cyber crime, dimana banyak yang menggunakan kemajuan teknologi untuk kejahatan.
Di era ini generasi milenial memiliki banyak peluang pekerjaan, dimana sehubungan dengan kemajuan teknologi media membuat para milenials dapat memanfaatkan media sosial dalam pekerjaan. Sebagai contoh pekerjaannya yaitu, manajemen media sosial, content creator, dll. Banyak perusahaan yang membutuhkan orang dalam marketing melalui media online, dan ada juga yang membutuhkan content creator pada perusahaannya. Generasi milenials dituntut untuk lebih kreatif dalam penggunaan media dengan cara memperbanyak refrensi. Salah satu contoh media digital di era sekarang adalah majalah digital. Majalah digital merupakan varian baru dari bentuk majalah print out yang sudah ada jauh sebelumnya. Keunggulan dari majalah digital adalah fleksibel dan sangat menarik. Tidak seperti majalah print out yang hanya memuat teks dan gambar, pada majalah digital kita bisa mencantumkan link refrensi dan juga video.





This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.